Teknik Budidaya Lada Dengan Tiang Panjat Agar Cepat Panen

0
281

Teknik Budidaya Lada Dengan Tiang Panjat Agar Cepat Panen – Lada merupakan salah satu jenis rempah yang memiliki permintaan besar dari dalam hingga luar negeri. Didalam lada ini kaya dengan minyak dan pati yang umumnya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Tanaman dengan nama latin Piper Albi Linn ini sangat cocok dipilih sebagai budidaya yang menjanjikan. mengingat permintaan yang besar dan lahan yang tersedia kian menipis maka menanam lada dengan teknik tiang panjat adalah alternatifnya.

Lada memiliki sifat yang hanya tumbuh didaerah ketinggian 300-1100 mdpl dan memiliki curah hujan cukup tinggi. Lahan yang diperlukan juga mesti subur serta kaya dengan bahan organik. Sebenarnya budidaya tanaman ini cukup mudah, dengan teknik tiang panjat ini salah satunya. Untuk menanam lada anda juga memerlukan tanah dengan pH antara 5.5-7. Jika tertarik ingin memanfaatkan lahan untuk budidaya lada, berikut ini ulasan lengkap panduannya.

Budidaya Lada Dengan Tiang Panjat

  1. Pembibitan lada

Agar lada yang dihasilkan berkualitas maka pembibitan adalah hal penting yang mesti dilakukan. bibit yang diperlukan berjenis bibit stek atau sulfur yang diperoleh dari indukan yang bebas hama. Produktivitas bibit lada juga mesti tinggi antara 10 hingga 3 tahun. Selain itu kebutuhan bibit untuk satu hektar tanahnya antara 1500-2000 bibit.

  1. Pengolahan tanah

Tanah yang diperlukan mesti digemburkan terlebih dulu dan dicangkuli sedalam 30 cm. Jika pH tidak sesuai maka anda bisa menormalkannya dengan melakukan pengapuran selama 3 hingga 4 minggu. Haluskan kembali tanah yang dicangkuli kemudian buat lubang dengan ukuran 40×35 bagian atas dan 40×15 untuk bawahnya dengan kedalaman 50 cm. Jarak antar lubang sebesar 2 meter dan diamkan lubang hingga 15 hari.

  1. Penanaman lada

Lubang tanaman telah siap maka telah siap pula untuk ditanami penanaman dilakukan secara monokultur atau dengan sistem tumpang sari. Bibis ditanam dengan menghadap bagian yang ditumbuhi akar lekat. Bagian yang tidak ditumbuhi akar lekat diletakan keatas. Berikan pupuk kandang hingga 100 gra per lubang tanam. Tutup kembali dengan tanah galuan dibagian atasnya yang sebelumnya telah dicampur pupuk NPK berdosis 20 gram. Jika tanah kurang subur maka tambahkan dosisnya sebesar 20 gram per lubang galian.

  1. Pemeliharaan tanaman

Pada proses pemeliharaan yang pertama dengan pengikatan sulur atau tiang panjat. Setelah lada tumbuh maka sulur yang tumbuh dikaitkan pada tiang panjat menggunakan tali. Ikatkan dengan dipili atau dilipar agar tidak mudah lepas. Tiang panjat yang digunakan sebaiknya dari kayu dengan panjang 3 meter. Pangkal tajar diruncingkan terlebih dulu guna menempatkan batang lada yang panjangnya melebihi tajar. Pada umur tanaman 3-5 bulan lakukan pemberian mulsa alami berupa daun tanaman atau alang-alang. Dan lakukan penyiraman sekali sehari ketika musim kemarau. Ketika musim hujan tidak perlu melakukan penyiraman karena dikhawatirkan lahan ikut tergenang.

  1. Panen Lada

Tahap selanjutnya adalah panen lada. Lada bisa dipanen ketika usia 3 tahun setelah proses tanam. Lada yang siap dipanen memiliki ciri berwarna kuning pada tangkainya dan buah yang berwarna merah. Pemanenan dilakukan dengan mematahkan sendi tangkai buah yang letaknya diketiak dahan.

Itulah beberapa tahapan budidaya lada dengan sistem tiang panjat. Semoga bermanfaat menambah referensi budidaya lada yang hemat lahan dan cepat panen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here